Fosil BKM Indonesia

SERDANG BEDAGAI – Program Sawah Wakaf Produktif yang dikembangkan FOSIL BKMI di Dusun II, Desa Sei Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, kembali menjadi perhatian berbagai kalangan. Pada Ahad (21/6/2026), sejumlah jamaah dari Masjid Muslimin bersama perwakilan lembaga sosial dan filantropi melakukan kunjungan langsung untuk melihat perkembangan lahan wakaf yang kini telah mencapai sekitar 2,7 hektare.

Rombongan yang hadir berasal dari berbagai unsur, di antaranya BAZNAS Sumatera Utara, Forum Zakat Sumatera Utara, Usahawan Muda Mandiri Intelektual, Global Food Foundation, serta sejumlah jamaah yang ingin mengetahui secara langsung pengelolaan wakaf produktif yang dijalankan FOSIL BKMI.

Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak meninjau area persawahan yang saat ini memasuki masa tanam ke-8. Hamparan padi yang tumbuh subur menjadi gambaran nyata bagaimana aset wakaf dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Pengurus FOSIL BKMI menjelaskan bahwa hasil dari tujuh kali panen sebelumnya telah disalurkan kepada berbagai kelompok penerima manfaat. Distribusi bantuan tidak hanya menjangkau masyarakat di Kota Medan, tetapi juga masyarakat Muslim yang berada di wilayah minoritas. Salah satu penyaluran terbaru dilakukan kepada warga Muslim di Kabupaten Toba pada akhir Mei 2026.

Menurut pengelola program, konsep wakaf produktif yang diterapkan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga bertujuan memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi umat. Melalui pengelolaan yang berkesinambungan, hasil panen diharapkan mampu menjadi sumber manfaat jangka panjang bagi berbagai program kemaslahatan.

Turut menyambut rombongan, Direktur ZISWAF FOSIL BKMI H. Jonidi, SE., C.W.C., Sekretaris Jenderal PP FOSIL BKMI Ir. H. Ilham Safwi, C.W.C., Wakil Sekretaris Jenderal PP FOSIL BKMI Sudirman Chaniago, C.W.C., serta Direktur FOSIL MEDIA Muhammad Hidayat.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Hidayat memaparkan perkembangan FOSIL MEDIA yang kini terus memperluas perannya dalam mendukung publikasi dan dakwah digital masjid. Menurutnya, pemanfaatan teknologi multimedia menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat penyebaran informasi dan syiar Islam hingga menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, Direktur ZISWAF FOSIL BKMI menegaskan bahwa pengembangan sawah wakaf produktif merupakan bagian dari strategi membangun kemandirian umat melalui sektor ekonomi berbasis wakaf. Ke depan, program ini diharapkan mampu menjadi sumber pendanaan berkelanjutan bagi masjid-masjid di daerah minoritas, mendukung kegiatan pembinaan masyarakat, serta membantu pengiriman dai ke wilayah yang masih membutuhkan layanan dakwah dan pendidikan Islam.

Kegiatan silaturahim tersebut juga dihadiri oleh Insan FOSIL BKMI Kecamatan Medan Denai yang turut berpartisipasi dalam menyambut para tamu. Setelah sesi pemaparan dan dialog selesai, peserta melanjutkan peninjauan kawasan agro yang berkembang di sekitar lokasi persawahan.

Keberadaan fasilitas pendukung dan potensi wisata alam berbasis pertanian di kawasan tersebut dinilai membuka peluang pengembangan yang lebih luas di masa mendatang. Konsep integrasi antara wakaf produktif, edukasi, dan wisata agro menjadi salah satu gagasan yang tengah dipersiapkan untuk memperkuat manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Melalui program ini, FOSIL BKMI berharap semangat berwakaf dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat. Sinergi antara pengelola, donatur, dan berbagai lembaga mitra diyakini menjadi modal penting dalam mewujudkan berbagai program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.

Fosil Media