Setahun Mengabdi, Fosil BKM Indonesia Medan Selayang Mantapkan Sinergi Program untuk Penguatan Masjid dan Umat

Setahun Mengabdi, Fosil BKM Indonesia Medan Selayang Mantapkan Sinergi Program untuk Penguatan Masjid dan Umat Setahun Mengabdi, Fosil BKM Indonesia Medan Selayang Mantapkan Sinergi Program untuk Penguatan Masjid dan Umat MEDAN SELAYANG – Pimpinan Cabang (PC) Fosil BKM Indonesia Kecamatan Medan Selayang menggelar Tasyakuran Milad ke-1 yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Anggota di Masjid Al Ghufron, Jalan Suka Baru No. 12, Kelurahan Padang Bulan Selayang I, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (28/6/2026) atau bertepatan dengan 13 Muharram 1448 H. Mengusung tema “Setahun Mengabdi, Bersyukur, Berbenah, Melangkah”, kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan. Acara tersebut dihadiri jajaran Pimpinan Daerah (PD) Fosil BKM Indonesia Kota Medan, pengurus PC Fosil BKM Indonesia Medan Selayang, serta para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Medan Selayang. Momentum ini menjadi ajang evaluasi perjalanan organisasi selama satu tahun sekaligus menyusun arah program kerja yang lebih terukur dan berdampak bagi masyarakat. Ketua Umum PD Fosil BKM Indonesia Kota Medan, Prof. Dr. dr. H. Delfitri Munir, Sp.T.H.T.B.K.L. (K), saat membuka kegiatan menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun kolaborasi yang erat dengan seluruh pengurus BKM di Kecamatan Medan Selayang. Menurutnya, sinergi antarpengurus masjid menjadi kunci dalam menjalankan program-program yang mampu meningkatkan kepedulian terhadap kemaslahatan sosial dan pemberdayaan ekonomi umat. Ia berharap Fosil BKM Indonesia Medan Selayang terus berkembang sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peran aktif masjid. Rangkaian rapat kerja diawali dengan pembekalan dari Sekretaris Jenderal Fosil BKM Indonesia Kota Medan, Drs. Syaifuddin Zuhri, yang menyampaikan materi bertajuk “Dari Program Menuju Dampak, Membangun Masjid Menguatkan Umat.” Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga memastikan setiap kegiatan mampu menghadirkan dampak yang berkelanjutan bagi kemajuan masjid dan kesejahteraan umat. Selain menyusun agenda kerja ke depan, forum juga menjadi ruang refleksi atas berbagai program yang telah dilaksanakan selama satu tahun terakhir. Dari hasil evaluasi tersebut, seluruh peserta rapat menyatakan komitmen bersama untuk terus memberikan kontribusi terbaik dalam mendampingi dan memperkuat peran BKM se-Kecamatan Medan Selayang. Panitia pelaksana turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, khususnya Pengurus BKM Masjid Al Ghufron yang menyediakan fasilitas acara, PD Fosil BKM Indonesia Kota Medan atas dukungan dan kehadirannya, jajaran PC Fosil BKM Indonesia Medan Selayang, serta seluruh pengurus BKM se-Kecamatan Medan Selayang yang berpartisipasi aktif. Melalui tasyakuran dan rapat kerja ini, PC Fosil BKM Indonesia Medan Selayang berharap semangat pengabdian yang telah dibangun selama satu tahun pertama dapat menjadi fondasi untuk memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas program, serta menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi kemakmuran masjid dan kesejahteraan umat di masa mendatang. Bagikan : Berita Terupdate Setahun Mengabdi, Fosil BKM Indonesia Medan Selayang Mantapkan Sinergi Program untuk Penguatan Masjid dan Umat29/06/2026 FOSIL BKMI Perkuat Layanan Kemasjidan dan Pemberdayaan Umat, bersama KUA Medan Denai Resmikan Sekretariat Bersama29/06/2026 SEDANG TERJADI PERUBAHAN CARA GENERASI MUDA ISLAM BERAGAMA26/06/2026 Kategori Pustaka Kegiatan Berita Terkini Berita Program
FOSIL BKMI Perkuat Layanan Kemasjidan dan Pemberdayaan Umat, bersama KUA Medan Denai Resmikan Sekretariat Bersama

FOSIL BKMI Perkuat Layanan Kemasjidan dan Pemberdayaan Umat, bersama KUA Medan Denai Resmikan Sekretariat Bersama FOSIL BKMI Perkuat Layanan Kemasjidan dan Pemberdayaan Umat, bersama KUA Medan Denai Resmikan Sekretariat Bersama MEDAN DENAI – Upaya memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat terus mendapat dukungan berbagai pihak. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai meresmikan Sekretariat Bersama organisasi kemasjidan, melantik kepengurusan, meresmikan Cafe RH, serta melaksanakan prosesi pelepasan tanah wakaf dalam satu rangkaian kegiatan yang digelar di Kompleks Masjid Ar Rahmatul Hidayah, Sabtu (27/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum lahirnya sinergi baru antara Forum Silaturahmi Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Medan Denai, dan Majelis Taklim (MT) Kecamatan Medan Denai dalam memperkuat pelayanan kepada umat. Hadir dalam acara itu para pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah masjid, serta unsur Pengajian AMD. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus serta berbagai prosesi peresmian. Semangat kebersamaan yang tampak sepanjang kegiatan mencerminkan komitmen seluruh elemen untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, dan penguatan ekonomi umat. Ketua BKM Masjid Ar Rahmatul Hidayah, Jamaludin Batubara, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan hasil gotong royong masyarakat dan seluruh pengurus masjid. Menurutnya, fasilitas baru yang telah diresmikan diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada jamaah sekaligus memperkuat fungsi masjid dalam membina kehidupan masyarakat. Sementara itu, Ketua Umum MUI Kecamatan Medan Denai, Ust. Mukhlis Mukhtar, mengungkapkan rasa syukur atas hadirnya sekretariat baru yang akan menjadi pusat koordinasi organisasi. Selama ini, aktivitas MUI masih menggunakan fasilitas di Kantor Camat sehingga keberadaan sekretariat bersama dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan keagamaan. Peran FOSIL BKMI Kecamatan Medan Denai juga mendapat perhatian dalam kegiatan tersebut. Ketua FOSIL BKMI Kecamatan Medan Denai, H. Jonidi, SE, menjelaskan bahwa sekretariat bersama dan Cafe RH akan dikembangkan sebagai pusat konsultasi kemasjidan sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi berbasis masjid. Menurutnya, pengurus masjid perlu memiliki wadah yang mampu melahirkan berbagai program produktif sehingga keberadaan masjid memberikan manfaat yang semakin luas bagi jamaah. “Kami ingin sekretariat ini menjadi tempat berbagi solusi bagi pengurus masjid, mulai dari pengelolaan organisasi, wakaf, hingga pengembangan ekonomi umat,” ujarnya. Kepala KUA Kecamatan Medan Denai, H. Yakham Hulu, S.Ag., M.I.Kom, yang meresmikan seluruh rangkaian kegiatan menegaskan bahwa masjid harus terus bertransformasi menjadi pusat pembangunan umat. Selain menjalankan fungsi ibadah, masjid juga diharapkan mampu mengembangkan pendidikan Islam, pembinaan keluarga, pengelolaan wakaf, ekonomi syariah, serta memperkuat persatuan masyarakat. Acara ditutup dengan doa bersama dan sesi foto sebagai simbol komitmen seluruh organisasi Islam di Kecamatan Medan Denai untuk terus membangun sinergi dalam memakmurkan masjid dan meningkatkan kesejahteraan umat. FOSIL BKMI Buka Layanan Konsultasi Kemasjidan Sejalan dengan diresmikannya sekretariat bersama, FOSIL BKMI Kecamatan Medan Denai membuka layanan konsultasi kemasjidan bagi Badan Kemakmuran Masjid (BKM), Serikat Tolong-Menolong (STM), pengurus masjid, maupun masyarakat umum. Layanan berlangsung setiap ba’da Asar di Sekretariat FOSIL BKMI, Kompleks Masjid Ar Rahmatul Hidayah. Materi konsultasi meliputi manajemen masjid, sertifikasi dan administrasi tanah wakaf, pengembangan usaha produktif berbasis masjid, pembentukan Baitul Maal wat Tamwil (BMT), pembinaan remaja masjid, penguatan organisasi BKM dan STM, serta program pemberdayaan ekonomi umat. Narahubung Konsultasi Kemasjidan: H. Jonidi, SE — 0813-6023-6006 Lukman Hakim — 0815-3310-1125 M. Dalim — 0813-6163-5350 Informasi Tanah Perkuburan Baqi: Eeffendi Sipayung — 0813-6148-4326 Gumawan — 0812-6443-1131 Ahsen LBS — 0811-6502-38 Bagikan : Berita Terupdate FOSIL BKMI Perkuat Layanan Kemasjidan dan Pemberdayaan Umat, bersama KUA Medan Denai Resmikan Sekretariat Bersama29/06/2026 SEDANG TERJADI PERUBAHAN CARA GENERASI MUDA ISLAM BERAGAMA26/06/2026 ALGORITMA DAN IMPLIKASINYA25/06/2026 Kategori Pustaka Kegiatan Berita Terkini Berita Program
Pengajian Masjid Raya Binjai Jadi Momentum Fosil BKM Indonesia Perkuat Sinergi Umat dan Warisan Islam Melayu

BINJAI — Pengajian bulanan yang berlangsung di Masjid Raya Binjai, Ahad (21/6), tidak hanya menjadi ajang memperdalam ilmu agama, tetapi juga menjadi wadah penyampaian aspirasi terkait pelestarian sejarah dan identitas Melayu Islam. Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus DPW Fosil BKM Indonesia Sumatera Utara, jamaah, tokoh masyarakat, zuriat Kesultanan Negeri Langkat, masyarakat adat Melayu Binjai, serta berbagai unsur organisasi kemasyarakatan. Acara diawali dengan tausiyah yang disampaikan oleh Jaharuddin Batubara. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi, serta menghidupkan fungsi masjid sebagai pusat pembinaan umat. Setelah sesi pengajian, peserta mengikuti pembacaan Petisi Zuriat Kesultanan Negeri Langkat dan Masyarakat Adat Melayu Binjai yang disampaikan oleh Ariffani, SH., MH., dari Himpunan Advokat Melayu Bersatu (HAMBE). Petisi tersebut berisi aspirasi masyarakat mengenai pentingnya penguatan peran Kesultanan Negeri Langkat dalam menjaga warisan sejarah Melayu Islam dan keberlanjutan fungsi Masjid Raya Binjai sebagai pusat ibadah dan peradaban. Ketua panitia kegiatan, Tengku Zulkifli Hamzah, menyampaikan bahwa pengajian bulanan tersebut sengaja dirancang sebagai ruang silaturahmi dan musyawarah yang terbuka bagi seluruh elemen masyarakat. “Kegiatan ini menjadi sarana mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai warisan Melayu Islam. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam suasana harmonis dan penuh kekeluargaan,” ujarnya. Pandangan serupa disampaikan perwakilan zuriat Kesultanan Negeri Langkat, Tengku Arief Fadillah. Menurutnya, upaya menjaga warisan sejarah dan budaya Melayu merupakan bagian dari tanggung jawab moral yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya. “Warisan para pendahulu tidak boleh terputus oleh zaman. Nilai-nilai Islam dan budaya Melayu harus tetap hidup sebagai bagian dari jati diri masyarakat,” katanya. Puncak kegiatan ditandai dengan penyampaian Maklumat Kesultanan Negeri Langkat oleh DYMM Tuanku Tengku Arifanda Aziz. Dalam maklumat tersebut disampaikan aspirasi mengenai pengembalian kenaziran Masjid Raya Binjai ke bawah naungan Kesultanan Negeri Langkat sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan sejarah dan warisan Islam Melayu. Dalam keterangannya, Sultan Negeri Langkat menegaskan bahwa langkah tersebut dilandasi oleh tanggung jawab historis dan moral untuk menjaga peninggalan peradaban Islam yang telah diwariskan para pendahulu. “Masjid Raya Binjai memiliki nilai sejarah yang besar bagi perkembangan Islam dan masyarakat Melayu. Karena itu, pelestarian warisan tersebut perlu dilakukan dengan semangat persatuan, musyawarah, dan kemaslahatan umat,” ujarnya. Sementara itu, Ariffani, SH., MH., selaku kuasa hukum Kesultanan Negeri Langkat dan zuriat kesultanan, menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditempuh melalui jalur hukum dan mekanisme konstitusional yang berlaku. Ia menyebutkan bahwa pendekatan dialogis, komunikasi kelembagaan, dan musyawarah akan tetap menjadi prioritas dalam setiap langkah yang dilakukan guna menjaga marwah sejarah serta ketertiban hukum. Dukungan juga datang dari Ketua DPW Fosil BKM Indonesia Sumatera Utara, Syahlan Zukhri Nasution. Ia menilai pentingnya menjaga persatuan umat sembari menghormati nilai-nilai sejarah yang menjadi identitas masyarakat. “Komunikasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga keagamaan sangat diperlukan agar setiap aspirasi dapat disikapi secara bijaksana dan menghasilkan kemaslahatan bersama,” katanya. Sebagai tindak lanjut, Kesultanan Negeri Langkat bersama HAMBE, Fosil BKM Indonesia, dan sejumlah pihak pendukung berencana membentuk tim khusus untuk menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga terkait. Tim tersebut dijadwalkan melakukan silaturahmi ke Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Binjai dan audiensi dengan Pemerintah Kota Binjai guna membangun dialog yang konstruktif. Pengajian bulanan tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap pelestarian nilai-nilai Islam dan budaya Melayu masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Selain menjadi majelis ilmu, kegiatan itu juga berfungsi sebagai ruang silaturahmi dan sarana menyampaikan aspirasi dalam semangat persatuan dan kebersamaan. “Warisan sejarah dapat menjadi bagian dari masa lalu, namun nilai, identitas, dan amanah yang terkandung di dalamnya harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang demi kemaslahatan umat.” Fosil Media
MUI Sumut Dorong Kebangkitan Ekonomi Umat Melalui Seminar Nasional Muharram 1448 H

Medan, 16 Juni 2026 — Upaya memperkuat kemandirian ekonomi umat kembali menjadi perhatian utama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara. Melalui Seminar Nasional Penguatan Ekonomi dan Bisnis Umat yang digelar dalam rangkaian Gebyar Muharram 1448 Hijriah, berbagai elemen strategis umat Islam berkumpul untuk merumuskan langkah-langkah nyata dalam membangun kekuatan ekonomi berbasis syariah. Kegiatan yang berlangsung di Medan tersebut secara resmi dibuka oleh Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Buya Dr. H. Maratua Simanjuntak. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum transformasi dan kebangkitan umat, tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam bidang ekonomi dan sosial. Menurut Buya Maratua, semangat hijrah yang menjadi ruh Muharram perlu diwujudkan dalam bentuk peningkatan kemandirian dan daya saing umat. Karena itu, MUI Sumut terus menginisiasi berbagai program yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. “Umat Islam harus mampu menjadi pelaku utama dalam pembangunan ekonomi yang berlandaskan syariah dan kemaslahatan. Masjid, pesantren, organisasi keumatan, dan pelaku usaha harus saling bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya. Ia juga mengungkapkan bahwa rangkaian Gebyar Muharram 1448 H telah melibatkan lebih dari 2.500 peserta dari berbagai kalangan masyarakat. Berbagai kegiatan seperti jalan sehat, bazar UMKM, perlombaan, hingga kegiatan sosial dan keagamaan dinilai berhasil memperkuat ukhuwah sekaligus membuka ruang pengembangan ekonomi umat. Bazar UMKM yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut mendapat perhatian khusus karena dinilai mampu menunjukkan peran strategis masjid dan organisasi keumatan sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat. Model pengembangan ekonomi berbasis komunitas seperti ini diyakini dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kesejahteraan umat secara berkelanjutan. Ketua Panitia Seminar, Prof. Dr. Abdullah Jamil, M.Si, menjelaskan bahwa seminar nasional ini diikuti oleh enam kelompok strategis yang memiliki pengaruh besar dalam pembangunan ekonomi umat. Mereka terdiri atas perwakilan MUI kabupaten/kota, pengusaha Muslim, pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM), organisasi kemasyarakatan Islam, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan fakultas ekonomi dari berbagai perguruan tinggi. Menurut Abdullah yang juga menjabat sebagai Ketua Umum FOSIL BKMI (Forum Silaturahim Badan Kemakmuran Masjid Indonesia), kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi umat yang kuat dan berkelanjutan. Ia menilai bahwa meskipun umat Islam merupakan mayoritas penduduk di Sumatera Utara, kontribusi dan dominasi dalam sektor ekonomi masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang lebih erat antara dunia usaha, lembaga pendidikan, masjid, dan organisasi keumatan agar potensi besar tersebut dapat dioptimalkan. Seminar yang menghadirkan narasumber Firsal Firdaus Mutyara dan Asrul Tanjung tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang dapat dibawa sebagai masukan menuju Kongres Umat Islam yang akan diselenggarakan di Jakarta. Dalam kegiatan itu, turut hadir insan FOSIL BKMI yang selama ini aktif mengembangkan program pemberdayaan ekonomi berbasis masjid, termasuk pembinaan UMKM di lingkungan masjid. Kehadiran mereka menjadi bagian dari komitmen untuk menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat penguatan ekonomi masyarakat. Melalui semangat Muharram yang identik dengan perubahan dan pembaruan, para peserta seminar berharap lahir gerakan ekonomi umat yang lebih terorganisasi, produktif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, umat Islam tidak hanya menjadi mayoritas secara jumlah, tetapi juga memiliki kemandirian ekonomi yang kuat dan berkontribusi besar terhadap pembangunan bangsa.
FOSIL BKMI dan MUI Kota Medan Perkuat Sinergi Pengembangan Wakaf Produktif

Medan, 14 Juni 2026 — Forum Silaturahim Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) menghadiri kegiatan talk show bertema “Sosialisasi dan Gerakan Wakaf Tunai serta Wakaf Melalui Uang” yang berlangsung di Masjid Raya Medan, Senin (14/6). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pekan Kuliner Halal, Aman dan Sehat yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan pada 12–16 Juni 2026. Sebelum acara dimulai, jajaran FOSIL BKMI melakukan pertemuan dan dialog dengan Ketua MUI Kota Medan guna membahas berbagai program kemasjidan, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan dan pengembangan wakaf. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman untuk memperkuat sinergi antara kedua lembaga dalam mendorong pengembangan wakaf produktif di Kota Medan. Dalam diskusi tersebut, kedua pihak menilai bahwa wakaf produktif memiliki peran strategis dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masjid. Oleh karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memperluas pemahaman dan partisipasi pengurus masjid dalam mengelola aset wakaf secara lebih optimal dan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, FOSIL BKMI dan MUI Kota Medan berencana menjalin kolaborasi dalam kegiatan sosialisasi wakaf produktif kepada para pengurus masjid di seluruh Kota Medan. Program tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya lebih banyak masjid yang mampu mengembangkan aset wakaf menjadi sumber pendanaan yang produktif bagi kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Selain mendukung keberlangsungan operasional masjid, pengelolaan wakaf secara produktif juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi umat, baik melalui pemberdayaan masyarakat maupun pengembangan berbagai program sosial berbasis masjid. Kolaborasi antara FOSIL BKMI dan MUI Kota Medan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah dan dakwah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat yang mandiri dan berkelanjutan. Sumber : H. Jonidi (Ziswaf Fosil BKM Indonesia)
Prof. Abdullah Terpilih sebagai Ketua APDII Periode 2026–2030

Balikpapan – Prof. Dr. Abdullah, M.A. resmi terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Akademisi dan Profesi Dai Indonesia (APDII) periode 2026–2030 dalam pemilihan yang berlangsung di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Jumat (6/6). Pemilihan tersebut diikuti 25 dekan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah guru besar yang tergabung dalam forum organisasi tersebut. Dalam proses pemungutan suara, Prof. Abdullah memperoleh dukungan mayoritas dengan meraih 14 suara. Sementara itu, Prof. Dr. Najahan Musyafak, M.A. memperoleh 9 suara dan Prof. Dr. Endad Musyafad, M.Ag mendapatkan 2 suara. Terpilihnya Prof. Abdullah diharapkan mampu memperkuat peran APDII sebagai wadah pengembangan keilmuan dakwah dan komunikasi Islam. Organisasi ini juga diharapkan semakin aktif mendorong peningkatan kualitas fakultas dan program studi dakwah dalam menjawab berbagai tantangan serta dinamika masyarakat yang terus berkembang. Ketua APDII periode 2022–2026, Prof. Muhammad Sulthon, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya proses pemilihan yang demokratis serta berharap kepengurusan baru dapat menjaga kekompakan organisasi sekaligus memperluas kontribusi akademik di bidang dakwah. Menurutnya, APDII memiliki peran strategis dalam mengembangkan kajian-kajian dakwah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Selain memperkuat kelembagaan, organisasi tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan solusi terhadap berbagai persoalan sosial, baik dalam lingkup nasional maupun global. Ia menilai berbagai fenomena dakwah kontemporer, termasuk perkembangan gerakan sosial keagamaan dan isu-isu internasional, perlu terus menjadi perhatian kalangan akademisi agar dakwah Islam dapat disampaikan secara lebih efektif, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan kepemimpinan baru tersebut, APDII diharapkan semakin memperkokoh sinergi antara akademisi dan profesi dai dalam mengembangkan dakwah Islam, meningkatkan mutu pendidikan tinggi keagamaan, serta memperluas kontribusi keilmuan bagi masyarakat Indonesia dan dunia.
FOSIL BKMI Dampingi Musyawarah Perubahan Mushola Menjadi Masjid di Sampali

Sampali – Forum Silaturrahim Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) menghadiri musyawarah yang digelar Panitia Perubahan Mushola Menjadi Masjid di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, baru-baru ini. Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Panitia, Kambang Situmeang, dan diikuti tokoh masyarakat, ustaz, serta pengurus rumah ibadah setempat. Musyawarah dilaksanakan sebagai upaya menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang menginginkan kehadiran sebuah masjid di Desa Sampali. Saat ini, wilayah tersebut memiliki tiga mushola yang aktif digunakan warga, yakni Mushola Sirotol Mustaqin, Mushola Al Hijrah, dan Mushola Al Karim. Dalam pertemuan itu disampaikan bahwa Desa Sampali dihuni lebih dari 600 kepala keluarga muslim. Selama ini, masyarakat harus keluar desa untuk melaksanakan Shalat Jumat karena belum tersedianya masjid yang memenuhi syarat penyelenggaraan ibadah tersebut. Direktur ZISWAF FOSIL BKMI, Jonidi, didampingi Ketua FOSIL BKMI Kecamatan Percut Sei Tuan, Baharuddin, membuka ruang dialog bersama masyarakat terkait berbagai persiapan yang diperlukan untuk peningkatan status mushola menjadi masjid. Pembahasan meliputi aspek administrasi, teknis, serta kesiapan jamaah agar masjid yang akan dibentuk dapat berfungsi sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pembinaan umat. Hasil musyawarah menunjukkan dukungan yang cukup besar dari warga yang hadir. Namun, karena cuaca hujan deras, sejumlah tokoh masyarakat belum dapat mengikuti pertemuan tersebut. Panitia pun berencana melakukan sosialisasi lanjutan guna memperoleh masukan dan dukungan yang lebih luas dari seluruh elemen masyarakat. Apabila seluruh tahapan dan persyaratan dapat dipenuhi, pelaksanaan Shalat Jumat perdana di Masjid Sirotol Mustaqin direncanakan berlangsung pada Jumat, 12 Juni 2026. Masyarakat berharap keberadaan masjid tersebut dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di Desa Sampali.
