
Program yang tengah digagas ini mengajak Badan Kemakmuran Masjid (BKM) menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan dan pemberdayaan ekonomi anak muda.
Di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan dan bertambahnya jumlah anak muda yang membutuhkan pekerjaan, upaya bersama untuk memperkuat kemandirian ekonomi menjadi semakin penting. Masjid dan Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dinilai memiliki potensi untuk ikut menjawab tantangan tersebut.
Gagasan bertajuk Program Masjid Peduli Pemuda itu mendorong masjid agar berperan lebih luas: bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan, pemberdayaan, dan penguatan ekonomi umat. Sasaran utamanya adalah pemuda yang belum bekerja, kehilangan pekerjaan, memiliki keterampilan tetapi terkendala modal, atau ingin merintis usaha namun belum mengetahui langkah awalnya.
Program ini dirancang untuk membantu peserta belajar, memperoleh keterampilan yang dibutuhkan pasar, dan mengembangkan usaha. BKM dapat memulainya dengan mendata pemuda di lingkungan sekitar masjid agar dukungan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka.
Tahap berikutnya adalah pelatihan keterampilan. BKM dapat bekerja sama dengan pihak lain untuk menyelenggarakan pelatihan di berbagai bidang, seperti kuliner, barbershop, laundry, servis ponsel dan elektronik, desain grafis, pemasaran digital, usaha parfum, pertanian, peternakan, hingga usaha daring dan reseller.
Setelah pelatihan, peserta dapat mengikuti pendampingan atau inkubasi usaha. Mereka dibantu menyusun rencana usaha, memperhitungkan kebutuhan modal, mengenali pasar, serta menjalankan dan mengembangkan usahanya. Dengan pendampingan, pemuda diharapkan tidak dilepas begitu saja setelah mengikuti pelatihan.
Bagi peserta yang dinilai memiliki potensi dan kesungguhan, program ini juga membuka peluang bantuan modal. Sumbernya dapat berasal dari dana sosial, wakaf produktif, infak, atau kemitraan dengan para donatur. Bantuan direncanakan menggunakan sistem modal bergulir, bukan sekadar pemberian cuma-cuma. Ketika usaha berkembang, sebagian hasilnya dapat dikembalikan untuk membantu pemuda lain.
Skema serupa disebut telah berjalan melalui program Masjid Peduli Jemaah. Pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan pemberdayaan yang secara khusus menyasar pemuda.
BKM juga dapat memanfaatkan fasilitas masjid untuk mendukung kegiatan ekonomi, misalnya dengan menyediakan kios, ruang pelatihan, tempat produksi, atau pusat pemasaran. Fasilitas itu diharapkan menjadi sentra usaha yang mempertemukan pemuda dengan pembeli, mitra, dan peluang pengembangan usaha.
Prinsip yang diusung program ini adalah membantu pemuda memiliki kemampuan untuk menciptakan pekerjaan, bukan hanya mencari pekerjaan. Dengan bekal keterampilan, pendampingan, dan dukungan yang tepat, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, produktif, serta memperoleh penghasilan halal.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan membentuk siklus saling membantu: pemuda yang hari ini didukung masjid kelak dapat berkontribusi bagi masjid dan membantu pemuda lainnya.
Masjid makmur, umat berdaya, pemuda mandiri, ekonomi umat tumbuh.