

MEDAN — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Ar Raudhoh, Perumahan Taman Riviera, berlangsung khidmat pada Jumat (11/9/2026). Acara diisi dengan lantunan shalawat oleh tim hadroh dan tausiyah dari Ustadz Prof. Dr. H. Abdullah Jamil, M.Si.


Sejumlah insan Fosil BKMI turut hadir, termasuk jajaran kesekretariatan dan Fosil Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPRA). Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi serta menguatkan kerja bersama dalam dakwah, pembinaan umat, dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.

Dalam ceramahnya, Abdullah Jamil mengulas kemuliaan Nabi Muhammad SAW, antara lain dengan merujuk pada QS. Al-Fath ayat 29. Ia menjelaskan bahwa nama “Muhammad” bermakna “yang terpuji”. Nama, menurutnya, bukan hanya identitas, tetapi juga dapat menjadi pengingat untuk membangun diri dengan nilai-nilai terpuji.
Jamaah juga diajak meneladani kasih sayang Rasulullah melalui tutur kata yang baik, sikap santun, dan kepedulian kepada sesama. Semangat memberi, ujarnya, mengingatkan umat agar tidak hanya berorientasi pada apa yang diterima, tetapi juga pada manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.
Abdullah Jamil turut mengingatkan bahwa jabatan, keahlian atau ilmu, kekayaan, dan keturunan dapat menjadi sumber kesombongan apabila tidak disikapi dengan rendah hati. Ia mengajak jamaah menjadikan salam, berjabat tangan, dan senyum sebagai kebiasaan yang mencerminkan ketulusan serta mempererat hubungan di tengah masyarakat.
Dalam pembahasan mengenai generasi muda, masjid disebut sebagai ruang penting untuk pembinaan, pendidikan, dan interaksi sosial. Masjid yang aktif dapat membantu menumbuhkan nilai-nilai keislaman pada anak-anak dan kaum muda. Kehidupan masjid, termasuk semangat jamaah dalam melaksanakan salat Subuh berjamaah, juga mencerminkan keterlibatan masyarakat dalam memakmurkannya.
Menutup tausiyah, penceramah menyampaikan bahwa dakwah membutuhkan dukungan berbagai lapisan masyarakat: para ibu, kalangan senior, mereka yang memiliki kemampuan ekonomi, kaum muda, serta masyarakat kecil. Setiap kelompok memiliki peran dalam menghidupkan dakwah dan kegiatan kemasjidan.

Peringatan Maulid ini menjadi ajakan bagi jamaah untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW dan menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari, keluarga, lingkungan masjid, serta masyarakat.
