Fosil BKM Indonesia

Medan, 19 Juni 2026 — Forum Silaturahim Badan Kemakmuran Masjid Indonesia (FOSIL BKMI) Kecamatan Medan Selayang kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kapasitas pengurus masjid melalui pelaksanaan Kajian Bulanan Pengurus Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Medan Selayang. Kegiatan tersebut diselenggarakan bekerja sama dengan FOSIL Muda sebagai bagian dari program pembinaan dan penguatan tata kelola masjid.

Acara yang berlangsung di Masjid Al-Jannah itu dihadiri oleh jajaran pengurus FOSIL BKMI Medan Selayang, antara lain Ketua Ir. Zubaidi Ahmad, M.Si, Wakil Ketua Dr. Sanusi Ghazali Pane, M.Si, Sekretaris Umum Imam Pratiknyo, serta para pengurus BKM dari berbagai masjid di wilayah Medan Selayang. Dalam kegiatan tersebut, FOSIL Muda turut berperan aktif sebagai pelaksana acara dan moderator kegiatan.

Ketua BKM Masjid Al-Jannah, Suhardi Sara, SH, MKn, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Masjid Al-Jannah dapat terus berkembang dan menjadi salah satu masjid percontohan dalam pengelolaan serta pelayanan kepada jamaah.

Sementara itu, Ketua FOSIL BKMI Medan Selayang, Ir. Zubaidi Ahmad, M.Si, mengajak seluruh pengurus masjid untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan masjid sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat Islam.

“Masjid harus menjadi pusat pembinaan umat dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengurus masjid perlu terus meningkatkan kapasitas dan semangat pengabdiannya,” ujarnya.

Pada sesi utama kajian, Drs. Syaifuddin Zuhri menyampaikan materi tentang hakikat memakmurkan masjid berdasarkan Al-Qur’an, khususnya Surah At-Taubah ayat 17 dan 18. Ia menjelaskan bahwa ayat tersebut menegaskan perbedaan antara kebanggaan semu dalam mengelola tempat ibadah tanpa keimanan yang benar dengan pengelolaan masjid yang didasari iman, ketakwaan, dan keikhlasan sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW dan para sahabat.

Menurutnya, Allah SWT menegaskan bahwa yang berhak memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir, mendirikan salat, menunaikan zakat, serta hanya takut kepada Allah semata. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama bagi setiap pengurus masjid dalam menjalankan amanahnya.

Dalam pemaparannya, Syaifuddin juga mengaitkan konsep tersebut dengan lima karakter ideal pengurus masjid yang pernah diperkenalkan almarhum Ustaz Muhammad Jazir, SP. Kelima karakter tersebut meliputi muwahhid (memiliki tauhid yang kuat dan menjadi pemersatu umat), mujahid (berdaya juang tinggi), muaddib (berakhlak mulia), musyaddid (peduli terhadap kondisi umat), serta mujaddid (inovatif dan mampu menghadirkan pembaruan).

Ia menegaskan bahwa keberhasilan sebuah masjid tidak hanya ditentukan oleh kemegahan bangunannya, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Pengurus masjid yang ideal adalah mereka yang mampu menghadirkan kelima karakter tersebut secara seimbang dalam mengelola dan memakmurkan masjid,” ujar Syaifuddin di hadapan peserta kajian.

Melalui kegiatan rutin ini, FOSIL BKMI Medan Selayang berharap para pengurus masjid semakin memahami peran strategis mereka sebagai pelayan umat sekaligus penggerak berbagai program keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Kajian bulanan tersebut juga menjadi wadah mempererat silaturahmi antar-BKM serta memperkuat sinergi dalam mewujudkan masjid yang lebih makmur, aktif, dan bermanfaat bagi umat.